Serasa baru kemarin berkumpul bersama keluarga di malam tahun baru, namun tidak terasa tahun 2008 sudah berjalan di bulan Juni. Hari Sabtu kemarin adalah Wedding Anniversary Day nya adik saya. Semoga mereka selalu rukun, diberkati Tuhan dan dianugerahiNya anak-anak yang baik. Disempatin makan-makan di sekitaran Kebayoran, pingin makan lumpia….
Waktu adalah kekuasaan Sang Pencipta, dengan waktu, kita diingatkan bahwa manusia penuh dengan keterbatasan. Seringkali kita terjebak dengan rutinitas dan kesibukan sehari-hari, namun ada momen di saat tertentu kita seharusnya melakukan evaluasi. Berhenti sejenak merupakan sebuah kesempatan yang indah, sambil memandangi langit, menyadari kadangkala keinginan tidak selalu terlaksana. Apapun itu, bersyukur adalah suatu keharusan untuk mendamaikan hati dan mengendapkan hasrat jiwa…(edisi penyair banget nih)
Kondisi ekonomi belakangan ini, tidak seindah enam bulan kemarin. Harga barang sudah mulai meningkat, sementara pendapatan tidak fleksibel naik mengikutinya. Ke depan masih banyak agenda negeri ini, pemilu di depan mata, seperti biasa tentunya akan meningkatkan ketidakpastian terutama di bidang ekonomi….(yang ini analis banget yak)
Harapan adalah hal penting bagi sebuah pribadi, kehilangan asa tentunya akan menumpulkan kemampuan untuk bertahan dan menguras energi diri. “Percaya deh, ke depan gak rumit-rumit amat,” kata teman saya. Aminnnn saja ya.
Tidak lupa kami makan lumpia mayonaise. Wah ukurannya sudah lebih kecil dibandingkan biasanya yang besar-besar. Hmmm coba cek deh restoran-restoran, kalau gak naikin harga makanannya, pastinya porsi atau potongan makanannya yang berkurang. Saya sih tidak keberatan, bukan apa-apa, saya baru makan, jadi potongan yang kecil saja sudah berat buat perut saya yang besar.
Naiknya harga tepung dan minyak potensial menurunkan margin keuntungan resto. Daripada menaikkan harga, restonya memilih biaya yang tetap, alhasil lumpianya dikecilin. Berbahagialah resto ini masih punya pilihan, coba kalau lumpia itu tadinya sudah seimprit, mau dikecilin seperti apa lagi ya.
Kita (loe aja kali…) seringkali juga begitu, sudah terbiasa beradaptasi, makanya ada peribahasa banyak jalan menuju Roma. Tujuannya tetap, tapi kalau ada aral melintang ya lewat jalan lain aja. Yang jadi masalah, kalau nggak punya pilihan di saat yang diperlukan, karena lupa untuk menyiapkannya.
Sepertinya sebuah simplifikasi buat hidup yang sejatinya kompleks, tapi semoga semua orang tetap punya pilihan, karena orang kaya adalah orang yang punya pilihan.
So, buatlah kondisi dan harapan untuk punya banyak pilihan dari sekarang, layaknya lumpia mayo…

wah ini kayaknya lumpianya kecelup di slimming tea ya
By: tonsky on June 9, 2008
at 4:28 pm
Tulisan yang bagus.. renyah dan enak dibaca… kayak lumpia… renyah dan enak dimakan..
Cuma sayang ya… kalo dikecilin lumpianya, berarti lebih sulit buat kita buat kenyang…
By: Dadan Gumbira Pramudia on June 20, 2008
at 2:42 pm