Posted by: boen | May 16, 2008

Peran Menghibur & Dihibur

Mulai sore tadi ada siaran langsung Piala Thomas di televisi, semifinal Indonesia versus Korea Selatan. Mudah-mudahan Indonesia menang dan juara, itu pasti harapan bangsa kita. Keruwetan dan masalah yang ada saat ini, rasanya perlu disiram sedikit dengan prestasi bangsa di level dunia, semacam Piala Thomas atau Uber ini.

 

Atau seperti konsernya James Blunt yang bakal diadakan minggu depan, mudah-mudahan bisa bikin sedikit rasa segar. “I saw ur face in a crowded place…and i don’t know what to do.,” nyanyi bareng-bareng ama penyanyinya kayanya bisa bikin lupa masalah deh..walaupun hanya sejenak.

 

Kadang-kadang hiburan itu perlu, dan sepertinya alternatif hiburan lumayan banyak. Termasuk nulis diblog juga  bisa jadi hiburan., penghilang rasa penat.

 

Bicara tentang hiburan, tentunya ada personal yang dihibur dan ada yang bekerja untuk menghibur, pada saat yang bersamaan. James Blunt itu sedang bekerja dan memiliki peran menghibur, sementara kita memiliki peran dihibur pada saat konsernya.

 

Bagaimana ya caranya bikin semua seimbang, kapan dan ngapain para penghibur itu menghibur dirinya sendiri ? Sepertinya layaknya manusia biasa, mereka pun akan mencari hiburan versi mereka sendiri. Main congklak kali, atau jalan-jalan sore, ngopi sambil liatin orang lewat, ngobrol dan lain-lain.

 

Alam memang punya mekanisme keseimbangan, namun kadangkala manusia lupa untuk melakukan peran menghibur selain dihibur. Tatkala kita merasakan orang lain tak terhibur dengan peran menghibur kita, ya jangan dipaksakan, karena orang tersebut akan mencari hiburan yang lain yang sesuai dengan preferensinya, just cari orang lain yang terhibur saja untuk peran menghibur kita.

Demikian pula, saat kita dihibur, berikanlah rasa apresiasi kita pada peran yang menghibur kita, berikan feed back yang cukup saja, karena feed back yang berlebihan bisa menimbulkan arti yang lain, terlebih mungkin ada orang lain yang merasa tidak terhibur. Begitupun sebaliknya.

 

Jam 21, Indonesia pun akhirnya kalah 0-3 dari Korea Selatan, so…berakhirlah satu event yang hasil akhirnya tidak menghibur ini. Mari berikan feed back yang cukup buat para pemain yang telah berusaha menghibur kita. Cukup dengan menundukkan kepala mereka juga sudah tahu kalau kita tidak terhibur dan kecewa. Tidak perlu over reacted juga, karena saat bersamaan ada orang lain juga yang mungkin merasa terhibur…mungkin bukan hasil akhirnya, tapi permainannya.

Tapi kalau anda mau lebih…ya ga apa-apa juga, emang siapa saya, kok berani ngelarang-larang…lagian karena kita beda, dunia jadi lebih berwarna….have a nice week end ya…:)


Responses

  1. Unik juga artikelmu ini mas…sepertinya nyambung ama yang sudah terlewatkan.masalahnya hibur atau dihibur itu sangat subyektif dalam menanggapinya..so be confused right? g’d luck

  2. oo…ada yg terlewatkan toh… :) , ya bersyukur aja mas masih bisa bingung hehe, moga-moga bingungnya cepat hilang ya


Leave a response

Your response:

Categories